SDN 2 NISAM

MEMPERINGATI HARI ANAK NASIONAL


 Peringatan Hari Anak Nasional 23 Juli 2026 di SD Negeri 2 Nisam

 Pagi  hari kamis 23 Juli 2026, langit di atas SD Negeri 2 Nisam tampak cerah bersih. Halaman sekolah yang sudah tertata rapi dipenuhi siswa-siswi dari kelas satu hingga enam, mengenakan seragam putih merah yang rapi dan bersih. Hari ini adalah hari yang istimewa, karena seluruh warga sekolah berkumpul untuk memperingati Hari Anak Nasional, sekaligus melaksanakan upacara bendera dengan tema besar: Anti Bullying.



 Tepat pukul pukul delapan pagi, upacara dimulai. Dengan tenang dan berwibawa, Ibu Idawati, S. Pd. M. Pd selaku Kepala Sekolah maju ke depan untuk memimpin amanah upacara. Setelah pengibaran bendera Merah Putih dan pembacaan teks Pancasila selesai, beliau mulai berbicara dengan suara lembut namun tegas yang terdengar sampai ke barisan siswa paling belakang.






 Anak-anakku yang Ibu banggakan," ucap Ibu Idawati memulai amanahnya, "Hari ini kita merayakan Hari Anak Nasional. Hari yang mengingatkan kita, bahwa setiap anak di Indonesia berhak tumbuh bahagia, aman, dan dicintai—tanpa terkecuali. Tidak ada yang boleh merasa takut, tidak ada yang boleh merasa dirinya lebih rendah dari yang lain, dan tidak ada yang boleh menyakiti hati maupun rakan temannya."

 Beliau kemudian menjelaskan makna dari tema Anti Bullying yang diangkat sekolah hari ini. "Bullying bukan hanya soal memukul atau mendorong teman saja. Mengejek nama, mengejek fisik, menyembunyikan barang teman, berbicara buruk di belakang, hingga mengucilkan teman—itu semua adalah perbuatan yang salah dan menyakiti hati. Setiap anak itu unik, setiap anak itu punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tidak ada yang lebih baik, dan tidak ada yang lebih buruk. Kita semua sama-sama anak bangsa, kita semua sama-sama berharga."

 Ibu Idawati juga mengajak seluruh siswa untuk berani melindungi teman, bukan ikut menyakiti. "Jika kalian melihat ada teman yang diperlakukan tidak baik, jangan diam saja. Katakan itu salah, atau laporkan kepada Bapak/Ibu guru. Jadilah teman yang baik, jadilah pelindung bagi sesama anak sekolah kita."

 Suasana upacara berlangsung begitu khidmat. Banyak siswa yang mengangguk paham, ada pula yang memegang tangan teman di sebelahnya seolah memberi janji untuk saling menjaga. Setelah amanah selesai, seluruh peserta upacara bersama-sama mengucapkan janji setia: "Kami menolak segala bentuk perundungan. Kami saling menghargai, kami saling menyayangi, dan kami bersahabat dengan semua."

 Acara peringatan Hari Anak Nasional hari itu ditutup dengan senyum hangat yang terukir di wajah setiap siswa dan guru. Hari itu mengajarkan satu hal berharga: bahwa sekolah adalah rumah kedua yang aman, di mana setiap anak bisa tumbuh dengan gembira, karena di sini tidak ada tempat untuk perundungan—yang ada hanya persahabatan yang tulus.






Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
SDN 2 NISAM